Yatim Psikologis

Rumah Anak Yatim – Seorang anak masuk jeruji besi lantaran terlibat narkoba. Sementara itu, anak yang lain terpaksa dinakahkan dini dan putus sekolah karena terlalu jauh menjalin hubungan dengan lawan jenis. Banyak kasus memalukan dan memilukan yang menimpa anak-anak kita. Hampir di semua wilayah Indonesia, kasus serupa itu berserak dan sudah menjadi hal lumrah. Padahal, peristiwa itu jauh dari akhlak Islam.

Hendaknya kita malu dan merasa berdosa dengan kasus-kasus yang tak jauh dari pandangan mata itu. Bukankah malu it sebagian dari iman? Lalu, apa sebenarnya yang terjadi?

Ternyata banyak anak yatim disekeliling kita. Anak yatim bukan hanya sekadar ditinggal mati orang tuanya. Anak yatim juga berarti bahwa mereka yang sama sekali tidak mendapat perhatian orang tuanya. Mereka memiliki orang tua, tetapi keduanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mereka sibuk dengan hobi dan pergaulannya di luar. Tidak ada figure yang mereka teladani kecuali tayangan televisi dan tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Teladan mereka adalah budaya urakan dan pergaulan bebas.

Dalam ajaran Islam, orang tua seharusnya memiliki perhatian lebih terhadap anak-anaknya. “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu.” (Qs At-Tahrim [66]:6).
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata, “Barangsiapa yang tidak mengajarkan hal-hal yang bermanfaat kepada anaknya dan membiarkan begitu saja, berarti dia telah mendurhakai anaknya.”

Semua orang tua tentu tidak ingin anaknya mengatakan, “Wahai ayahku, sesungguhnya engkau telah mendurhakaiku di saat aku masih kecil, setelah besar aku pun mendurhakaimu. Engkau telah menyia-nyiakanku saat aku masih kecil, aku pun menyia-nyiakan engkau ketika engkau sudah lanjut usia.”
Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa karena ia telah menyia-nyiakan orang yang berada di bawah tanggung jawabnya. (HR Nasai dan Al-Hakim).

Penyia-nyiaan anak yang paling parah adalah membiarkannya tanpa mendapatkan pendidikan dan tidak mengajarkannya adab Islam. Sesungguhnya, kepedulian kedua orang tua tidak hanya terbatas menyekoloahkannya, tetapi mereka juga harus membimbing dan membantu mempraktikkan bagaimana cara berbakti kepada kedua orang tua dan taat dalam beragama.

Perhatian orang tua kepada anaknya sangat penting. Sebab dari situ sang anak mulai belajar menentukan masa depannya di kemudian hari. Banyak tokoh bangsa yang hebat dan terkenal karena perhatian khusus dan pendidikan langsung orang tuanya. Dan, banyak pula anak-anak gagal sebagai manusia unggul sebab tidak ada perhatian orang tuanya. Mari meluangkan waktu untuk member perhatian dan pendidikan kepada anak-anak kita. Wallohu a’lam.

Copyright © Rumah Anak Yatim – Yayasan Sahabat Yatim Indonesia
Yayasan Sahabat Yatim Indonesia located at Jl. Graha Raya Blok M7 No. 17 Kel. Paku Jaya Kec. Serpong Utara, 021- 53126107 , Kota Tangerang Selatan, ID . Reviewed by 6595 Mendukung Program Kami rated: 9.9 / 10