Tips Mendidik Anak Cara Rasulullah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan tauladan bagi orang-orang beriman. Maka dari itu, kita diperintahkan untuk mencontoh beliau dalam berbagai perkara syari’at , adapun salah satunya adalah tarbiyatul aulad (mendidik anak).

Tips Mendidik Anak sesuai Rasulullah

Dibawah ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan oleh setiap orang tua, berkaitan dengan pendidikan anak, antara lain:

1. Hendaknya memberikan pendidikan anak dalam bahasan pendidikan agama , terutama ‘aqidah yang akan menjadi pondasi ke-Islamannya. Perhatikan bagaimana perkataan Luqman kepada anaknya,


وَإِذْ قَالَ لُقْمَنُ لِآبْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ, يَبُنَىَّ لاَ تُـشْرِكْ بِاللهِۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ۝

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ‘Hai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah. Sesungguhnya kesyirikan itu merupakan kezhaliman yang besar.” (Qs. Luqman: 13)

2. Hendaknya membiasakan agar mendidik anak-anak untuk berakhlak baik dan menasihatinya ketika melakukan kesalahan. Karena akhlak mulia menjadi pemberat timbagan pada hari Kiamat nanti, sebagaimana disebutkan oleh Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam,


مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِي مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ .

Artinya: “Tidak ada sesuatupun yang paling berat dalam timbangan seorang Mukmin pada hari Kiamat nanti daripada akhlak mulia.”
[Hadits shahih, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (IV/2002) dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ (no. 5632), dari Abud Darda’radhiyallahu’anhu]

3. Mengajarkan adab dan etika kepada anak. Orang-orang shalih terdahulu telah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap adab Islami. Simak saja perkataan seorang Salaf kepada anaknya ini,

“Wahai anakku, engkau mempelajari satu bab tentang adab lebih aku sukai daripada engkau mempelajari tujuh puluh bab dari ilmu.” [LihatTadzkiratus Sami’ wal Mutakallim (hal. 2) dan Ensiklopedi Adab Islam(I/10)]

Ada banyak macam adab yang mesti diajarkan kepada anak, namun secara garis besar, pembahasan tentang masalah adab, etika, dan akhlak terbagi kepada:
a. Adab dan akhlak terhadap Allah ‘Azza wa Jalla, seperti penghambaan, tidak melakukan syirik, mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, ridha terhadap takdir-Nya, dan bersyukur atas semua nikmat-Nya.
b. Adab dan akhlak terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti mengimani beliau sebagai Nabi dan Rasul terakhir bagi seluruh manusia, mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mentaati apa yang beliau perintahkan dan menjauhi apa yang beliau larang, mengikuti Sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjauhi segala bentuk bid’ah.
c. Adab dan akhlak terhadap diri sendiri dan sesama manusia, seperti adab makan dan minum, adab tidur, adab berpakaian, adab bertamu, adab meminta izin, adab berdo’a dan adab-adab lainnya.
d. Adab dan akhlak terhadap hewan dan tumbuhan yang sesuai dengan tuntunan syari’at, seperti tidak menyakitinya, tidak menyiksanya, memberinya makan dan minum, merawatnya, dan tidak membunuhnya dengan cara-cara yang dilarang oleh agama. [Lihat Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga (hal. 131-161) dan Menanti Buah Hati (hal. 396)]

4. Hendaknya para orangtua menyertakan anak-anak dalam beribadah seperti shalat, bukan hanya sekedar memerintahkannya saja. Karena pendidikan anak akan lebih berhasil manakala setiap inderanya diberdayakan. Jadi, orang tua tidak hanya memberdayakan indera pendengaran anak saja untuk memerintahnya melakukan ini dan itu, tapi orang tua juga perlu memberdayakan indera penglihatannya untuk mencontoh sikap dan perilaku baik dari orang tua. Tidak hanya itu, orang tua juga dapat mengajak anak untuk memberdayakan perasaannya ketika beribadah, yakni menghadirkan rasa cinta dalam menjalankan suatu ibadah, sekaligus mengajarkan kepadanya bagaimana menghadirkan hati yang khusyu’ ketika beribadah.

adalah sebagai Tuladan dalam mendidik anak:
‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu’anhuma pernah shalat disamping Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam disebelah kiri, kemudian beliau memegang telinganya dan memindahkannya ke sebelah kanan beliau.
[Hadits shahih, diriwayatkan oleh Bukhari (no. 6316) dan Muslim (no. 763)]

5. Hendaknya bersikap lemah lembut kepada anak dan bersikap tegas manakala diperlukan. Karena anak bukanlah benda yang tidak memiliki rasa. Sehingga, orang tua sesekali dianjurkan untuk mencandai anak, bermain dengannya, dan mencium mereka sebagai bentuk kasih sayang.

Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Aqra’ yang memiliki 10 orang anak, tetapi dia belum pernah mencium mereka sekalipun,
مَنْ لاً يَرْحَمْ لاَ يُرْحَمْ .

Artinya: “Barang siapa yang tidak menyayangi, tidak akan disayangi.”
[Hadits shahih, diriwayatkan oleh Bukhari (no. 5997) dan Muslim (no. 2318), dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

 

Semoga bermanfaat dan dapat menjadikan anak-anak kita terdidik sesuai islam.

 

 

Copyright © Rumah Anak Yatim – Yayasan Sahabat Yatim Indonesia
Yayasan Sahabat Yatim Indonesia located at Jl. Graha Raya Blok M7 No. 17 Kel. Paku Jaya Kec. Serpong Utara, 021- 53126107 , Kota Tangerang Selatan, ID . Reviewed by 6595 Mendukung Program Kami rated: 9.9 / 10