Syarat Dan Rukun Waqaf Yang Wajib Diketahui

Syarat Dan Rukun Wakaf – Wakaf merupakan suatu istilah didalam agama islam yang memiliki arti hampir sama dengan infaq. Tidak semua umat harus melakukan wakaf harta bendanya untuk menuju jalan allah karena waqaf hukumnya tidak wajib. Seseorang yang merasa mampu boleh melakukan wakaf asalkan didasari dengan rasa iklhas karena benda ataupun suatu lahan, yang diwakafkan akan digunakan untuk beribadah kepada Allah. Salah satu contoh wakaf yang paling mudah adalah memberikan sebidang tanah dengan luas tertentu untuk  membangun masjid ataupun mushola oleh wakifah atau pelaksanan wakaf.

Ketika tanah yang diberikan dibangun sebuah masjid dan diwakafkan artinya seorang wakifah itu akan mendapatkan pahala yang berangsur – angsur seperti pahala saat beramal jariyah. Untuk melakukan wakaf tidak hanya asal – asalan karna hrus memenuhi syarat dan rukun didalam tatacara pelaksanaan wakaf itu sendiri.

Dengan demikian sebagai umat muslim harus mengetahui rukun dan syarat – syarat wakaf berikut ini :

Rukun wakaf.

– Orang yang melakukan wakaf.

– Benda yang diwakafkan.

– Orang yang menerima wakaf.

– Lafadz atau ikrar dalam berwakaf.

  1. Syarat – syarat wakaf.
  • Syarat Al – Waqif (syarat orang yang berwakaf).

– Orang yang melakukan wakaf dimana, setiap pelaksana wakaf pasti mempunyai secara penuh dari harta yang akan diwakafkan itu. Jadi, artina pelaksana wakaf berhak untuk mewakafkan harta itu kepada siapa yang dikehendaki.

– Orang yang akan berwakaf harus berakal sehingga jika seorang wakifah itu tidak warasa entah itu gila atau bodoh bahkan mabuk artinya wakaf tersebut tidak sah.

– Sudah baligh.

– Pelaksana wakaf harus orang yang mampu bertindak secara hukum atau rasyid. Impilkasinya orang bodoh, adalah orang yang sedang muflis dan orang lemah ingatan tidak sah ketika berniat mewakafkan hartanya.

  • Syarat Al – Mauquf ( harta yang diwakafkan).

– Harta yang diwakafkan akan tidak sah jika dipindahmillikan, kecuali jika pelaksana wakaf memenuhi persyaratan didalam al-waqif. Barang yang diwakafkan harus berharga supaya bisa lebih bermanfaat untuk umat muslim.

– Kadar harta yang akan diwakafkan harus diketahui. Sehingga, jika harta tersebut tidak diketahui jumlahnya maka pengalihan  milik pada proses pewakafan tersebut menjadi tidak sah.

– Harta yang akan diwakafkan harus dipastikan, bahwa harta tersebut milik orang yang berwakaf tersebut.

– Harta yang diwakafkan harus berdiri sendiri, artinya tidak melekat kepada harta lain.

  • Syarat Al- Mauqul Alaih (syarat orang yang menerima manfaat wakaf) terbagi menjadi dua.

– Tertentu (mu’ayyan),  artinya orang yang boleh untuk mempunyai harta. Jadi, harus orang yang beragam islam, merdeka, serta kafir zimmi yang memnuhi syarat ini boleh memiliki harta wakaf. Adapun orang bodoh , hamba sahaya, dan orang gila .

– Tidak tertentu, Artinya irang yang akan menerima wakaf tersebut harus menjadikan wakaf untuk berbuat kebaikan dalam menuju jalan Allah.

  • Syarat Shigah (berkaitan dengan isi atau ucapan).

– Ucapan itu harus mengandung kata – akata yang menunjukkan kekalnya ta’bid. Krena, akan tidak sah wakaf jika ucapan dengan batas tertentu.

– Ucapan itu bisa direalisasikan segera tanpa disangkutpautkan atau digantungkan kepada syarat tertentu.

– Ucapan bersifat pasti.

– Ucapan itu tidak diikuti dengan oleh syarat yang membatalkan.

Apabila semua persyaratan yang dijelaskan diatas bisa terpenuhi maka, pengusaan atas tanah wakaf bagi penerima wakaf adalah sah. Pewakaf tidak bisa lagi menarik balik pemilikan harta itu, karena sudah berpindah kepada Allah serta pengusaan harta tersebut adalah orang yang menerima wakaf.

Copyright © Rumah Anak Yatim – Yayasan Sahabat Yatim Indonesia
Yayasan Sahabat Yatim Indonesia located at Jl. Graha Raya Blok M7 No. 17 Kel. Paku Jaya Kec. Serpong Utara, 021- 53126107 , Kota Tangerang Selatan, ID . Reviewed by 6595 Mendukung Program Kami rated: 9.9 / 10