Psikologi Anak Usia 6-12 Tahun

psikologi anak usia 6-12 tahunPsikologi Anak Usia 6-12 Tahun – Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka di dalam kamarnya, baik untuk beristirahat, bermain, belajar, maupun melakukan hobi. Karena itu, kamar anak lebih tepat disebut sebagai ruang kreatif anak.

Dalam menata ruang kreatif anak, selain mencapai tuntutan ruang yang sehat, aman, nyaman, dan indah, harus diperhatikan cara menata kamar Yang tepat Yang dapat membantu anak tumbuh cerdas, kreatif, berimajinasi tinggi, dan terampil dalam berinteraksi sosial, yang merupakan bekal bagi anak di masa yang akan datang.

Faktor usia merupakan salah satu pertimbangan dalam merancang ruang kreatif anak karena masing-masing kelompok usia memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Perbedaan kebutuhan tersebut disebabkan oleh Perkembangan fisik, seperti ukuran badan, kemampuan motorik, dan perkembangan psikologis Yang sedang dialami anak-anak Pada masa ini. Meskipun berada dalam kelompok usia yang sama, setiap anak tumbuh dengan kepribadian dan minat yang berbeda-beda.

Seperti halnya orang dewasa, anak-anak menginginkan tatanan kamar yang mampu merefleksikan kepribadian mereka sesuai dengan sifat, minat, dan hal-hal Yang disukainya.

Untuk itu, libatkanlah anak dalam penataan kamarnya, terutama anak-anak usia sekolah, karena mereka sudah memahami fungsi ruang bagi dirinya secara pribadi

Secara teori, Perkembangan psikologi anak dibagi dalam 4 tahap, yaitu bayi usia (0-12 tahun), masa anak-anak awal (usia 2-6 tahun), masa Pertengahan dan akhir anak-anak (usia 6-1 2 tahun), serta remaja (usia 12-18 tahun) Namun, berikut ini hanya akan dibahas tentang perkembangan Psikologi anak usia 6-12 tahan.

Psikologi Anak Usia 6-12 Tahun

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang kamar anak usia sekolah:

~Menyediakan lemari atau tempat untuk menyimpan barang-barang koleksl anak, seperti mainan atau perlengkapan olah raga dan hobi. Menyediakan area dan tempat rnenyimpan seperti ini akan membantu memperkenalkan kedisiplinan pada anak-anak.

~Memasang papan untuk menempel foto atau gambar-gambar kesayangan. Anak-anak akan merasa bangga jika hasil karyanya dipajang. Kepercayaan diri mereka pun akan meningkat:

~Warna yang disukai anakanak pada masa ini tidak jauh berbeda dengan anak-anak usia pra sekolah. Mereka masih menyukai warna-warna yang mencolok dan cerah.

~Walaupun masih tergolong kanak-kanak, mereka cenderunq kurang menyukai dekorasi yang terlalu kekanak-kanakan. Pada masa ini anak-anak sudah bisa dilibatkan dalam proses dekorasi karena sering kali mereka memiriki keinginan atau fantasi sendiri dalam merancang kamarnya yang sesuai dengan kegemaran mereka.

~Anak yang sudah memasuki masa anak-anak akhir atau praremaja (usia 9-12 tahun), membutuhkan perubahan besar dalam menata ruangannya. Oleh karena itu, sebaiknya mereka dilibatkan untuk memilih sendiri warna, corak, dan detail dekorasi ruangannya karena mereka cenderung suka menonjolkan hal-hal istimewa yang dimilikinya.

~Walaupun belum memasuki usia remaja, mereka lebih menginginkan tatanan yang mencerminkan keremajaan, bukannya kekanak-kanakan. Begitu pula dalam berperilaku, mereka cenderung tampil seperti remaja.

Perkembangan Kognitif dan Bahasa

Saat memasuki usia sekolah dasar kemampuan kognitif anak berkembang pesat. Dunia dan minat anak bertambah luas, dan dengan meluasnya minat, bertambah pula pengertian tentang manusia dan objek-objek yang sebelumnya kurang berarti bagi anak. Kalau pada masa sebelumnya daya pikir anak masih bersifat imalinatif dan egosentris, pada usia sekolah, dasar daya piker anak berkembang ke arah berpikir konkret, rasional, dan objektif. Daya ingatnya pun menjadi sangat kuat.

Selain mengalami perkembangan kognitif, anak-anak pada usia sekolah juga mengalami perkembangan bahasa yang pesat Perbendaharaan kosa katanya meningkat, dan cara anak-anak menggunakan kata dan kalimat bertambah kompleks serta lebih menyerupai bahasa orang dewasa.

Dari berbagai pelajaran, bacaan, pembicaraan dengan anak-anak lain, serta melalui radio dan televisi, anak-anak menambah perbendaharaan kosa kata yang mereka pergunakan dalam percakapan dan tulisan.

Berikut ini adalah hal-halyang perlu diperhatikan dalam merancang ruangan yang dapat menunjang perkembangan kognitif dan bahasa anak-anak usia sekolah.

~Meja, kursi, dan lampu belajar dibuat senyaman mungkin karena sebagian besar waktu anak digunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas sekolah.

~Menampilkan detail dekorasi yang dapat merangsang anak belajar, seperti peta, gambar binatang, dan angka atau huruf. Dengan melihat gambar-gambar yang menarik setiap hari di kamarnya, anak dapat menyerap pengetahuan lebih cepat.

~ Memasang poster bergambar yang sudah diberi nama gambar dalam bahasa Indonesia dan bahasa lnggris dapat mendorong anak belajar bahasa sejak dini.

~ Anak-anak yang sudah memasuki usia sekolah sudah semakin serius menekuni hobinya, menyukai kompetisi, dan memiliki motivasi berprestasi yang semakin tinggi. Oleh karena itu, tatanan kamar yang memiliki keterkaitan dengan hobinya akan lebih mereka sukai

Perkembangan Hubungan dengan Teman Sebaya

Sebagian besar waktu anak-anak pada masa lni diluangkan untuk berinteraksi dengan teman-temannya. Mereka tidak lagi puas bermain sendirian di rumah atau melaku kan kegiatan-kegiatan berasama anggota keluarga. Mereka mulai suka bertamu ke rumah teman-temannya atau mengundang mereka untuk bermain di ruangannya. Hal ini disebabkan anak pada masa ini memiliki keinginan yang kuat untuk diterima sebagai anggota keiompok serta merasa tidak puas bila tidak bersama teman-temannya.

Walaupun kecenderungan untuk bermain sudah berkurang, tempat bermain tetap harus disediakan meski tidak perlu terlalu luas karena anak-anak masih membutuhkan suasana bermain. Selain suka bertamu ke rumah teman-ternannya, mereka suka mengundang teman-teman untuk bermain.

Copyright © Rumah Anak Yatim – Yayasan Sahabat Yatim Indonesia
Yayasan Sahabat Yatim Indonesia located at Jl. Graha Raya Blok M7 No. 17 Kel. Paku Jaya Kec. Serpong Utara, 021- 53126107 , Kota Tangerang Selatan, ID . Reviewed by 6595 Mendukung Program Kami rated: 9.9 / 10