Pengelolaan Waqaf beserta Syarat dan hikmah berwaqaf

Pengelolaan Waqaf

Pengelolaan wakafPengelolaan wakaf – Sebagian orang Indonesia belum mengerti tugas dari lembaga waqaf itu sendiri, baik itu mengenai syarat maupun tata cara pengelolaan waqaf. Pembahasan mengenai hal ini dibutuhkan kajian yang panjang namun di artikel pertama ini kami baru menyajikan pendahuluan mengenai pengelolaan wakaf dan akan kami bahas dalam beberapa artikel terpisah agar lebih enak untuk anda baca dibandingkan jika dalam satu penjelasan panjang.

Kita dapat membantu orang banyak, membantu saudara kita supaya harta yang kita waqafkan itu bermanfaat untuk orang lain. Dalam Firman Allah SWT pada surah Al-Imran ayat 92 yang artinya :

“Kamu belum mendapatkan kebijakan, sebelum kamu nafkahkan sebagian dari harta yang kamu sukai. Apa saja yang kamu nafkahkan itu Allah mengetahuinya”

Dalam ayat ini disebutkan bahwa, kita sebagai umat muslim belum mendapatkan kebijakan dari Allah apabila kita belum menafkahkan sebagian riski yangkita punya untuk orang lain. Begitu indah Allah mempererat tali persaudaraan kita sebagai umat muslim karena dengan segala aturanNya menghantarkan kita pada sebuah kebenaran bahwa saling membantu, tolong menolong, saling mengasihi memiliki pengaruh yang kuat untuk mempererat tali persaudaraan.

Dan kemudian, setiap dari apa yang kita waqafkan atau yang kia sedekahkan Allah pasti mengetahui hal itu, jadi jangan pernah merasa bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan apabila itu tidak terlihat dimata orang lain itu akan menjadi sia-sia.

Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman, yang Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah sebagian yang baik-baik dari hasil usahamu dan dari hasil-hasil (kerjamu) yang kamu keluarkan dari bumi. Janganlah kamu pilih yang buruk-buruk di antaranya yang kamu nafkahkan (Qur’an Surah AL-Baqarah:267)

Mewaqafkan sebagian harta kita dijalan Allah untuk orang lain, tidaklah boleh untuk atau asal-asalan. Hal ini karena setiap apa yang kita berikan untuk saudara kita hendaknya kita memberikan yang baik-baik saja. Karena ini akan membuat saudara kita senang hatinya, merasa dihargai dengan pemberian kita.

Dalam masa Rasulullah, istilah waqaf belum dikenal sebelumnya, namun ada yang dinamakan dengan istilah habs, tasbil dan sadaqah. Dalam proses mewaqafkan harta kita, ada beberapa syarat, antara lain yaitu :

  1. Pemberi Waqaf (Waqif)
  2. Pengelola Wqaf (Nazir)
  3. Beneficiary (Mauquf alaihi)

Nah kami cukupkan sekian dulu ya artikel perkenalan mengenai Pengelolaan Waqaf beserta Syarat dan hikmah berwaqaf, Penjelasan lebih panjang sengaja kami bagi menjadi beberapa artikel agar lebih enak dibaca. Semoga kunjungan di SAHABATYATIM.ORG berkesan, kami tunggu kedatangannya kembali, karena kami berusaha menghadirkan artikel bermanfaat untuk kebutuhan anda

Copyright © Rumah Anak Yatim – Yayasan Sahabat Yatim Indonesia
Yayasan Sahabat Yatim Indonesia located at Jl. Graha Raya Blok M7 No. 17 Kel. Paku Jaya Kec. Serpong Utara, 021- 53126107 , Kota Tangerang Selatan, ID . Reviewed by 6595 Mendukung Program Kami rated: 9.9 / 10