Enam Perbuatan Haram

Rumah Anak Yatim – Pada prinsipnya, setiap pelaku bisnis syariah diberi kebebasan untuk mengembangkan kreativitasnya. Pintu ijtihad sangat terbuka lebar. Hal ini sesuai dengan kaidah fikih yang menyatakan bahwa menurut ketentuan asal bahwa sesuatu itu dibolehkan, selagi belum ada dalil yang mengharamkan. (Imam Suyuti, al-Asybah wa an-Nazhair,1/33).

Secara umum, ada beberapa  unsur dalam fikih muamalah yang menyebabkan suatu perbuatan atau aktivitas bisnis dapat dikategorikan haram. Pertama, Zalim. Syariah melarang terjadinya interaksi bisnis yang merugikan atau membahayakan salah satu pihak. Karena, bila hal itu terjadi, maka unsur kezaliman telah terpenuhi. Kalian tidak boleh menzalimi orang lain da tidak pula boleh dizalimi orang lain. (Qs. Al-Baqoroh [2]: 279).

Kedua, Riba. Secara tegas syariah mengharamkan segala bentuk riba. “Wahai orang-orang yang beriman’ bertakwalah kepada Alloh dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang beriman. Maka, jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Alloh dan Rasul-Nya akan memerangimu.” (Qs Al-Baqoroh [2]: 278-279).

Bahkan, Rosululloh Saw. Menyamakan dosa riba dengan zina. Satu dirham uang riba yang dimakan oleh seseorang dalam keadaan mengetahui bahwa itu adalah uang riba, dosanya lebih besar daripada berzina sebanyak 36 kali. (HR Ahmad dari Abdullah bin Hanzhalah dan dinilai sahih oleh Al-Albani dalam shahi al-jami’, no. 3375)

Ketiga, masyir (perjudian). “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban) untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu, agar kamu mendapat keberuntungan.” (Qs Al-Maidah [5]: 90).

Keempat, gharar (penipuan). Siapa yang menipu, maka ia tidak termasuk golongan kami. ()HR Muslim, Abu Daud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hanbal, dan al-Damiri). Kelima, risywah (suap/sogok). Rosululloh Saw. Melaknat orang yang member dan menerima suap. (HR Abu Daud dan at-Tirmidzi).

Keenam, haram. Dalam transaksi jual-beli, islam mengharamkan memperjual-belikan barang-barang yang haram,  baik dari sumber barang maupun penggunaan (konsumsi) barang tersebut.

Sesungguhnya Alloh dan Rosul-Nya mengharamkan jual beli khamar, bangkai, babi, dan patung-patung. Rasululloh pun ditanya, “Wahai Rasululloh, tahukah Anda tentang lemak bangkai, ia dipakai untuk mengecat kapal-kapal, meminyaki kulit-kulit, dan untuk penerangan banyak orang?” Nabi menjawab, “Tidak (jangan), ia adalah (tetap) haram.”(Muttafaq ‘Alaih).

Copyright © Rumah Anak Yatim – Yayasan Sahabat Yatim Indonesia
Yayasan Sahabat Yatim Indonesia located at Jl. Graha Raya Blok M7 No. 17 Kel. Paku Jaya Kec. Serpong Utara, 021- 53126107 , Kota Tangerang Selatan, ID . Reviewed by 6595 Mendukung Program Kami rated: 9.9 / 10