Cara Mendidik Anak Usia 2 Tahun

 Cara Mendidik Anak Usia 2 TahunMendidik anak dengan cara yang keras bukan cara yang tepat agar anak menjadi patuh, Penurut tidak keras kepala, takut dan menuruti perintah orang tuanya. Dan akhirnya Memang benar, anak itu bisa menjadi takut kepada orang tuanya tetapi si anak juga tidak hanya takut kepada orang tuanya namun dengan yang lainnya, takut dengan orang lain, takut untuk mencoba, takut untuk berkreativitas, takut untuk mengambil keputusan, dan takut-takut lainnya. Apakah itu yang orang tua inginkan??.. Apakah orang tua ingin anaknya menjadi penakut dalam segala hal???..

Jika anda sebagai Orang Tua menjawab ya! Berarti anda Orang Tua yang BODOH! dan jika Anda (Orang Tua) bersih keras untuk tetap menjawab ya!.. Mari kita bahas lebih lanjut tentang siapa Anak Anda sebenarnya. Namun terlebih dulu mari kita bandingkan mana yang lebih baik menurut Anda, mendidik anak dengan keras, atau mendidik seorang anak dengan cara yang akan kita bahas.

Mendidik anak dengan perasaan baik dan tindakan baik

Anak usia dini masih sangat kecil atau anak yang usianya di bawah 5 tahun dalam melakukan segala sesuatu selalu menggunakan perasaannya di bandingkan dengan berfikir. Setelah si anak beranjak dewasa ia akan lebih menggunakan logikanya atau berpikir di bandingkan dengan  perasaannya. Jika orang tua mengajakarkan anaknya sejak kecil dengan perasaan keras maka si Anak pun akan bersikap keras pula ketika pertumbuhannya menuju kedewasaannya.

Kita sebagai Orang Tua adalah cerminan bagi mereka, dan cermin akan memantulkan gambar yang sama persis dengan gambar yang dihadapannyam persis seperti pepatah buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya. Jika kita cermin dan si anak adalah gambar yang dihadapannya, maka apapun yang kita peragakan akan memantul kembali kepada si anak. Jika yang kita peragakan adalah memukul, membentak, dan menjewer. Maka secara tidak langsung kita sedang mengajarkan si anak untuk memukul, membentak, dan menjewer. Jadi bukan hal yang tidak mungkin  jika besar nanti si Anak menjadi preman pasar yang sering memukul, membentak, dan menjewer orang lain.

Walaupun sikap keras kita kepada anak adalah bertujuan agar anak menjadi patuh, tetapi seperti yang sudah diuraikan di atas bahwa anak yang masih kecil itu lebih memainkan perasaan ketimbang berpikir, ia tidak akan menangkap maksud kita, ia hanya menangkap apa yang kita peragakan. Jika kita selalu tersenyum, ia pun akan selalu tersenyum, jika kita selalu marah-marah, ia pun akan selalu marah-marah. Jadi peranan perasaan orang tua adalah yang paling penting dalam cara mendidik anak.

Sebaiknya Kita Renungkan, Orang tua seperti apakah kita selaman ini??

[box type="shadow" ]Coba tengok ke arah Anak Anda, Dia itu Anda. Jika Anda memarahinya, itu berarti Anda sedang memarahi Anda sendiri, Jika Anda membiarkannya serba kurang, itu berarti Anda sedang membiarkan Anda untuk serba kurang, Jika Anda memukulnya, itu berarti Anda sedang memukul Anda sendiri.[/box]

Cobalah sadar untuk setiap apa yang Anda lakukan kepada Anak Anda. Cobalah sadar bahwa Anda dan Anak Anda adalah SATU. Karena dengan memamahami kesadaran bahwa Anda dan Anak Anda adalah SATU. Dan ingat kita sebagai orang tua akan di mintai pertanggung  jawaban atas anak kita.

Sekian sedikit artikel tentang penjelasan cara mendidik anak usia 2 tahun.

Artikel Selanjutnya tentang cara mendidik anak yang berjudul “Kesalahan – kesalahan dalam mendidik anak”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Rekening Sahabat

rekening yayasan sahabat yatim piatu dan dhuafa